Posting pada : 21 OKtober 2013 - 15:56:33 WIB

Badan Pendataan Statistik Kabupaten Simalungun Alergi Terhadap Wartawan

 

wilayah : Simalungun
kategori : Nusantara
Dibaca sebanyak : 290 kali


Simalungun, Info RI

Kepala Kantor Dinas BPS Kabupaten Simalungun enggan menemui wartawan dan disinyalir alergi pada insan pers yang datang kekantornya apalagi kedatangannya itu mengkonfirmasi yang menyangkut tentang kinerjanya para petugas BPS dipandang Amburadul khususnya yang bertugas melakukan  pendataan  dilapangan terkaitan masyarakat yang dinilai berada dibawah garis kemiskinan.

Untuk melengkapi sejumlah data prihal sejumlah pemberitaan yang menyangkut hasil Sistem kinerja yakni pekerjaannya salah satu instansi yang berkompeten dalam hal data mendata khususnya data kaum miskin yaitu Dinas Badan Pedataan Statistik yang dipandang  sejumlah kalangan di seantro nusantara  yang menuduh pekerjaan yang dilakukan Para petugas BPS Amburadul.  Terkait dengan program pemerintah terhadap sejumlah program bantuan sosial diantaranya Raskin, BLSM, Bedahrumah dan program-program lainnya yang dinilai kurang tepat sasaran.

Sejumlah pemberitaan yang diterbitkan koran Info Rakyat Indonesia sebagai salah satu dari sekian banyak Media Nasional yang menyoroti tentang ketimpangan serta  Salah sasarannya, penerapan program pemerintah terkhusus menyangkut Bantuan Sosial untuk kaum masyarakat yang tergolong dibawah garis kemiskinan khususnya yang berada di Wilayah Kabupaten Simalungun dan Kota Pematang Siantar.

Namun sayang ketika wartawan Info RI  mendatangi kantor BPS tersebut dengan meminta ijin untuk bertemu dengan Kepala Kantor  Dinas BPS  untuk konfirmasi tentang kinerja para pegawai dilingkup Dinas BPS.  Alih-alih setelah berjam-jam menunggu diruang tunggu setelah yang ditunggu tersebut yakni Kepala Kantor BPS tersebut tiba  dikantornya, kembali pulang usai jam istirahat sekira jam 14:00 WIB.

Setelah beberapa petugas bawahannya melaporkan kedatangan dua wartawan yang mau mengkonfirmasi terhadap kinerjanya para petugas BPS yang dipimpinnya itu.wartawan yang menunggu ber jam-jam diruang tunggu Kantor BPS,namun yang ditunggunya yakni kepala BPS Kabupaten Simalungun  diduga Alergi terhadap Wartawan sehingga mengutus salah seorang bawahannya mengaku marga Situmorang,jabatannya Kasi,Analisis yang  mendapat mandat dari atasannya itu. Saat ditanya mengenai data menyangkut dan berkaitan dengan program bantuan pemerintah tentang  Raskin dan  BLSM serta  Bedah Rumah. Kasie Analis Situmorang menjawab berkaitan dengan BLSM dan Bedah Rumah kami tidak tahu ujarnya.

Namun pihaknya dalam menjalankan tugasnya sebagai pendata perekonomian mas­ya­rakat se-Kabupaten Simalungun mengaku kekurangan tenaga sebab petugas yang seluruhnya berjumlah 50 personil lebih ku­rang termasuk petugas Offic Boy (OB) jelas kelimpungan sehingga pihaknya dalam menjalankan tugasnya itu, sebab satu petugas BPS melakukan penyuluhan pada satu Kecamatan dan me­rek­rut satu orang perwakilan dari pihak Kantor Kecamatn serta dari sejumlah perwakilan dari  Kelurahan atau Desa, bukan ha­nya itu dari perwakilan  mas­ya­ra­kat biasa pun ikut dilibatkan saat melakukan pendataan. paparnya

Selain itu juga setiap kami  me­lakukan penyuluhan dan pe­ne­tapan tentang data dilapang­an yang berkaitan dengan warga masyarakat Miskin itu setelah mendapat persetujuan dan pe­ngamatan  Sejumlah Aparat  Ke­camatan dan Kelurahan se­tem­pat, serta  para tokoh Agama, tokoh masyarakat  dan to­koh Pemuda    setempatpun diikut sertakan saat menyasikan pe­ngesahan pendataan.  Jelasnya 

Sehingga apapun hasil yang didapat menurut kami sudah akurat. Akunya Situmorang Sebagai kasi Anilisis.  Data itulah yang diminta oleh sejumlah Instansi Pemerintah Pusat ketika ada program Sosial yang akan di­anggarkan atau dialokasikan untuk masyarakat miskin. Namun ironisnya dengan sering­nya terjadi penyelewengan yang dilakukan para Oknum pe­tugas itu sendiri. Sementara sa­at disinggung tentang sejumlah permasalahan dilapangan terkait para penerima Bantuan Sosial yang dipandang kurang tepat sa­saran dan disinyalir amburadul serta tidak layak mendapat Bantuan Sosial (Bansos). Se­dang­­kan  yang benar-benar la­yak malah mengisap jari dan me­ng­­gemol jempol karena jatahnya dikeruk oleh oknum yang bu­kan haknya.

Kasi Analisis Situmorang men­jawab dengan yang disinyalir mencari kambing hitam dengan menuduh pada para Petugas dari Kecematan dan Kelurahan/Desa serta Masyarakat setempat   yang mendampingi para  pe­tugasnya BPS pada saat  me­la­kukan pendatangan dilapang­an sebab pihak kami kan tidak me­ngenal mereka apalagi mas­ya­rakat disini seakan merasa bang­ga untuk mengaku menjadi orang miskin, dengan menga­ku miskin agar lolos dari pajak  ujar Situmorang. Namun saat  ke­datangannya yang kedua kalinya, Wartawan Info RI dengan tujuan yang sama yakni untuk menemui Kepala BPS, salah seorang petugas BPS lainnya malah berbohong dengan me­nyebutkan Bapak sedang ti­dak ada ditempat, setelah me­ngetahui kedatangan dua orang tamu yakni dari Koran Info RI, setelah mengetahui identitas dirinya dan maksud tujuan untuk konfirmasi, Lagi-lagi melakukan pembohongan.Kedatangan yang keduapun masih tetap saja Situmorang juga yang kebagian menemui dan menjawab wartawan yang datang. saat Info RI me­minta ijin untuk bertemu kepala BPS Situmorang dengan na­da sedikit sewot dengan menye­but­kan tolong jangan menjebak saya dihadapan Pak Kepala Mas, ujarnya dengan nada kurang bersahabat dan ge­ram.Ada apa dengan Kepala BPS Pematang Siantar.

 

Dani Rachdian


Kirimkan Komentar anda

Nama :

komentar :

hukum dan HAM

31 Mei 2013 - 23:44:14 WIB

Sembilan Petinggi Polda Metro Dimutasi

  Jakarta, Info RI   Sembilan petinggi di jajaran Polda Metro Jaya dimutasi. Kesembilan petinggi itu, adalah Direktur Reserse Kriminal. . . .baca selengkapnya...

31 Mei 2013 - 23:41:29 WIB

Pembangunan Mess Pemda Provinsi Bengkulu "Dugaan Gratifikasi Dibalik Addendum"

20 Mei 2013 - 23:49:10 WIB

Sejumlah Ormas Dan OKP Mengecam Aksi Kekerasan

06 Mei 2013 - 21:41:23 WIB

POLRES Bulungan Tutup Mata

17 Juni 2013 - 20:18:53 WIB

DPU Cipta Karya Benteng "Anggaran Proyek Ditilep"


berita lainya


16 September 2014 - 16:34:10 WIB

Bea Cukai Diduga Sembunyikan Barang Bukti Hasil Tangkapan


16 September 2014 - 16:33:28 WIB

Proyek Tanggul Penangkis dan Bangunan Pembuang Primer Diduga Dikorupsi


16 September 2014 - 16:32:50 WIB

DIDUGA JADI SPJ REKAYASA


16 September 2014 - 16:28:23 WIB

Indomaret Ditutup Paksa oleh Warga


16 September 2014 - 16:27:00 WIB

BRI Ditagih Pesangon oleh Pensiunan

more headline

 


07 September 2014 - 13:18:33 WIB

Bantuan Perpustakaan SDN Cibodas Diduga Bermasalah


07 September 2014 - 13:17:23 WIB

Mirisnya Anak-Anak Negeri



11 Agustus 2014 - 19:34:53 WIB

Sangat Prihatin Melihat Keadaan Ruang Belajar



11 Agustus 2014 - 19:33:54 WIB

Diduga Ada Oknum Dalam Mafia Minyak


 

http://inforakyatindonesia.com © copyright 2013 all right reserved created by author

Info Rakyat Indonesia

Telp : 021-490-402-18 / 0821 1167 5234; email : inforakyatindonesia@gmail.com
Jl.Taman Ratu Badis Blok CC No.55-56, Kel.Duri Kepa, Kec.Kebon Jeruk Jakarta Barat | 11510