F-JINLU Lakukan Gerakan Peduli Kearifan Lokal Dengan Gelar Kesenian Reog Ponorogo

Lumajang, inforakyatindonesia.com –  Puluhanwartawan yang tergabung dalam Forum Jurnalis Independen Nasional Lumajang (F-JINLU), gelar kesenian reog pada Minggu (1/3/20) pagi.

Ratusan pengunjung memadati jalan di depan pendopo dan seputaran alun alun kota, bertepatan dengan hari car free day yang rutin diselenggarakan oleh Pemkab Lumajang. Kesenian reog ini di gelar F-JINLU untuk memberikan hiburan gratis kepada masyarakat.

Eko Santoso, Sekjen F-JINLU menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan agenda komunitas, sebagai perwujudan dari peran aktif dalam rangka mengangkat kearifan lokal di Lumajang.

“Kita mengangkat kearifan lokal untuk memberikan hiburan gratis pada masyarakat agar menikmati suasana nyaman tanpa polusi di wilayah setempat, pertunjukan reog ini main dari jam 06.00 WIB hingga jam 09.00 WIB,” ujar Eko.

Dalam kegiatan ini, F-JINLU rela merogoh kocek dari uang kas organisasi yang dikumpulkan tiap bulan oleh seluruh anggotanya, namun juga mendapat bantuan tambahan dari penonton yang menyaksikan pertunjukan tersebut.

“Dana kegiatan ini kita ambil dari uang urunan anggota F-JINLU dan sebagian dari masyarakat yang menyumbang,” tambahnya.

Senada dengan Eko, Ketua F-JINLU Lumajang, Moch Misdi mengatakan, gagasan reog ini untuk hiburan kepada masyarakat umum, yang sedang menikmati kenyamanan udara di alun alun minggu pagi.

“Kesenian reog kan bisa dinikmati oleh semua umur, anak anak juga senang melihat reog dan jaranan,” ungkap Misdi. “Lagian hari ini kan hari minggu, dimana warga tengah nyaman menikmati suasana tanpa polusi dari kendaraan bermotor, sambil nonton reog,” imbuh pria berperawakan subur tersebut.

Menurutnya, perkembangan reog di Lumajang seperti hampir dilupakan, dengan kepedulian komunitas ini, barangkali reog bisa melengkapi hiburan berbarengan dengan gelaran budaya jaran jencak di Lumajang.

“Biar budaya di Lumajang makin menarik dengan banyaknya budaya yang disukai oleh banyak orang, mungkin saja hal ini dapat menjadikan sarana penunjang pariwusata,” pungkasnya (SL)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *