Mahar Terbaik Untuk Istri Saat Menikah

MAHAR TERBAIK
OLEH: ADI WIJAYA
MAHASISWA SYARI’AH UMI

inforakyatindonesia.com – Menikah adalah Sunnah Nabi yang sangat dianjurkan pelaksanaanya bagi umat islam. Hal tersebut Merupakan sesuatu peristiwa yang fitrah, dan sarana paling agung dalam meelihara keturunan dan memperkuat antar hubungan sesama manusia yang kemudian menjadi sebab terjaminnya ketenangan cinta dan kasih sayang.

Maksud dari pernikahan itu sendiri adalah untuk menjaga mata dari pandangan yang dilarang syariat, menjaga hawa nafsu dan agar terhindar dari fitnah.
Meskipun demikian akan tetapi hukum pernikahan itu bersifat relatif atau berubah tergantung dari kondisi Individu yang akan menikah bahkan hukum menikah bisa bersifat Wajib, sunnah, mubah, makruh dan Haram.

Nah Sebelum Menikah Seorang mempelai laki laki meski siapkan Maharnya terlebih dahulu

Kita bahas dulu apa itu Mahar

Secara Bahasa Mahar adalah Harta yang diberikan oleh suami kepada istri dengan akad pernikahan.
Sedangkan secara Istilah ini banyak pendapat dari para ulama Mazhab

Kalau Al Hanafiyah: Harta yang menjadi hak seorang wanita karena dinikahkan atau hubungan seksual

Al Malikiyah: Harta yang diserahkan kepada istri sebagai imbalan atas kehalalan menyetubuhinya.

Asy syafi’iyah Harta yang wajib diserahkan karena sebab nikah, hubungan seksual atau hilangnya keperawanan.

Al Hanabilah: Imbalan atas pernikahan.

Nah kalau kita simpulkan Mahar adalah Harta yang diberikan oleh suami kepada istri sebagai imbalan dan penghargaan atas kesediaannya dihalalkan untuk dinikahi.

Selanjutkan Apa hukum Mahar…?
1. Wajib
Dalam Qs An-Nisa ayat 4 dijelaskan yang artinya
Berikanlah Mahar (maskawin) kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian yang wajib.

Dalam kitab fiqih manhaji tentang kewajiban memberikan mahar.

Maskawin hukumnya wajib bagi suami dengan sebab telah sempurnanya akad nikah, dengan kadar harta yang telah di tentukan, seperti 1000 lira syira, atau tidak di sebutkan, bahkan jika kedua belah pihak sepakat untuk meniadakannya, atau tidak menyebutkannya, maka kesepakatan tersebut batal, dan mas kawin tetap wajib.

Tapi kita juga perlu ketahui pernikahan bukanlah Rukun Nikah.
Sekalipun Hukum menyerahkannya Adalah wajib tapi Mahar tidaklah termasuk dalam rukun akad nikah. Hal ini dikarenakan tujuan utama di selanggarakannya pernikahan adalah bukan seperti jual beli, namun lebih jauh kepada hubungan seumur hidup dan hak istimewa.

Sebagaimana penjelasan Al qur’an
Yang artinya tidak ada kewajiban Membayar atas kamu, jika kamu menceraikan isteri-isteri kamu sebelum kamu bercampur dengan mereka dan sebelum kamu menentukan maharnya. (QS.AL-Baqoroh :236)

itu tentang hukum dan rukun mahar lantas apa Mahar terbaik untuk isteri.

Kalau kita kembali ke sejarah tentang Pernikahan Rasulullaah SAW kepada istri-istrinya Mahar yang di berikan Rata rata adalah 500 Dirham.

Mengenai Mahar Rasullah itu Banyak yang punya pendapat Dan tafsiran tentang Jumlah Maharnya. Tapi yang jelas Kalau di indonesia itu sebutannya Uang atau Benda yang memiliki nilai
Mengenai jumlah Harta itu tidak Harus banyak, Cincin besi pun bisa di jadikan Mahar Sebagaimana Mahar yang di berikan Putri Rasulullah Sayyidina Fatiamah Ra atau bahkan segelas kopi sekali pun. Banyak juga yang mengatakan semakin sedikit mahar itu lebih bagus. Karena dapat mengurangi beban laki laki slaku memplay.

Berupa jasa
Seperti yang di lakukan Nabi Musa As yang membayar Maharnya dengan bekerja kepada mertuanya.
Dan kisah itu tertulis dalam Al quran
Qs Al-Qashash: ayat 27 yang artinya berkata’ah dia : sesungguhnya aku bermaksud menikahkan kamu dengan salah seorang dari kedua anakku ini, atas dasar bahwa kamu bekerja denganku delapan tahun dan jika kamu cukupkan sepuluh tahun maka itu adalah dari kamu. Maka aku tidak hendak memberati kamu

Hafalan Alquran opsi terakhir
Kebanyakan di zaman sekarang banyak orang Menggunakan Hafalan Al quran sebagai Maharnya. sedangkan Mempelai laki laki adalah seorang Yang mampu atau memiliki Harta. Ini yang yang tidak dibenarkan sebab dalam komisi Fatwa Kerajaan saudi Arabia lebih cenderung mahar Berupa hafalan atau pengajaran Al quran itu di jadikan opsi terakhir jika sudah tidak ada Harta sama sekali yang bisa di jadikan Mahar.

dan ini sering menjadi kekeliruan di zaman kita sekarang dalam memahami hadist. Mengenai Mahar Hafalan Alquran

Sedangkan yang di maksud dari hadist sahl bin sa’ad tentang mahar hafalan adalah Mahar berupa pengajaran Alqur’an atau mengambil upah dari mengajar al’quran atau Mengajarkan Al-Qur’an kepada istri agar kelak istri bisa mengambil upah dari pengajaran Qur’an juga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *