“Kunjungan kami Pemerintah Provinsi Jabar adalah bentuk empati kami terhadap masyarakat yang menjadi korban bencana. Selain itu, juga untuk berkoordinasi dengan Pemkot Depok tekait langkah apa yang akan dilakukan ke depan,” ujarnya, usai meninjau lokasi longsor RT 08, RW 01, Kelurahan Pangkalan Jati, Kecamatan Cinere, Sabtu (04/01/2019).
Dikatakannya, bencana banjir dan longsor tidak hanya terjadi di Kota Depok tetapi juga di beberapa kabupaten/kota. Dengan penyebab yang hampir sama yaitu adanya warga yang bermukim di tebing atau dekat dengan sungai sehingga rentan terkena banjir dan longsor.
“Potensi-potensi bencana ini ke depan harus bisa ditanggulangi. Masyarakat juga jangan sampai tidak mengurus Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Bisa dilihat membangun di tempat yang tidak direkomendasikan dapat menyebabkan bencana,” jelasnya.
Dirinya menambahkan, pihaknya akan terus berkomunikasi dengan Pemkot Depok terkait penanganan pasca bencana, untuk mencegah terjadi kejadian serupa. Termasuk mengeluarkan anggaran Bantuan Tidak Terduga (BTT)seperti yang telah dilakukan oleh Pemkot Depok.
“Hari ini kami memberikan juga hibah bantuan sebesar Rp 1 miliar kepada Pemkot Depok agar dapat membantu dalam penanganan pasca bencana banjir dan longsor yang terjadi beberapa waktu lalu,” tandasnya. (Tuhari)