Depok, inforakyatindonesia.com – Sekber Wartawan Indonesia (SWI) kota Depok menggelar Peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia (HKPS) yang berlangsung di Aula Lantai 2 Kantor Cabang Bank BJB Kota Depok, Kamis (22/5/2025).
Hadir dalam acara tersebut selain perwakilan dari Disporyata, Satpol PP, Disdamkar, MOOD RSUD KiSA Heru, tampak hadir juga Kasubbag TU Kemenag Depok Hasan Basri, Ketua Forum Wartawan Depok (FORWARD) yang juga sebagai Koordinator KPKD Tuhari Arek, Ketua IPJI Depok Anis, Ketua Majelis Pers Depok Muryanto, Perwakilan PJMI, PJPM A. Wijaya, Ketua Forwara Depok David Malau, perwakilan PWI Depok serta puluhan jurnalis Kota Depok lainnya.
Acara tersebut dibuka Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika (Sekdis Kominfo) Kota Depok Muhammad Fahmi.
Kegiatan tersebut bertema Menjaga Kebebasan Pers, Merawat Demokrasi Negeri, dengan Nara Sumber Redaktur Koran Tempo Mustafa Ismail dan Pengamat Sosial & Politik Imam Suwandi, S.Sos.,M.I.Kom serta Moderator Sihar Ramses itu, dihadiri puluhan wartawan dan sejumlah OPD Pemkot Depok.
Menurut Fahmi, “awalnya saya datang ke sini mewakili Pak Kadis Kominfo karena beliau ada tugas, dan sebelum saya berangkat saya dipanggil lagi Pak Kadis lewat telepon supaya menghadiri acara ini bukan hanya mewakili Pak Kadis saja tapi juga mewakili Pak Wakil Wali Kota,” terangnya, sebelum membuka acara.
Ia menyampaikan, mengapa Pers disebut sebagai pilar keempat demokrasi selain legislatif, eksekutif, dan yudikatif, lantaran Pers berperan dalam menjaga keseimbangan kekuasaan, mengawasi pemerintah dan memberikan informasi kepada masyarakat.
Lebih lanjut, Pers adalah profesi yang menginspirasi, jadi inspirasional. Makanya kenapa ada satu tulisan dari Buya Hamka yang menyatakan jikalau anda ingin dikenal sepanjang masa, jadilah penulis.
“Siapa yang punya tugas utama menulis, ya Pers. Jadi Insyaallah profesi kita ini akan dikenal sepanjang masa, tulisan-tulisan bermakna kita yang sudah masuk, akan menjadi sebuah jejak digital sampai kakek nenek ataupun kemungkinan di cucunya. Nanti cucu kita baca dan bilang, tulisan kakek saya tuh. Sehingga, dari tulisan itu kita akan dikenal,” kupasnya.
Lantaran itu, ia sangat berharap tentunya tulisan-tulisan pers itu dapat mencerahkan dan mendidik masyarakat agar tidak gagal faham. Sebuah permasalahan, harus dilakukan pada titik proporsi yang sesungguhnya.
“Kami atas nama Pemerintah Kota Depok, menyambut baik kegiatan SWI Depok ini dan yang paling penting, pers adalah mitra strategis kami di Pemerintahan. Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, kegiatan diskusi publik dengan tema menjaga kebebasan pers merawat demokrasi, dengan ini resmi saya nyatakan dibuka,” pungkasnya. (Tuhari)

