Potret Regulasi Interaksi Guru dan Orang Tua Murid di Masa Pandemi Covid-19

Oleh : Syahrullah Asyari

Dosen Jurusan Matematika FMIPA UNM

inforakyatindonesia.com – Dari laman resmi United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO), kita ketahui bahwa banyak negara telah menutup sementara institusi pendidikan mereka dalam upaya mencegah penularan pandemi Covid-19. Penutupan institusi-institusi pendidikan tersebut telah berdampak pada lebih dari 91% populasi murid di seluruh dunia. Beberapa negara bahkan telah menerapkan penutupan penuh institusi-institusi pendidikan mereka yang tentu saja memiliki dampak bagi jutaan murid.

UNESCO tentu mendukung negara yang berupaya melakukan mitigasi terhadap dampak langsung penutupan sekolah, terutama bagi komunitas yang rentan terdampak, maupun yang telah terdampak pandemi ini. UNESCO juga mendukung negara terdampak pandemi ini untuk memfasilitasi keberlanjutan “pendidikan untuk semua” melalui pembelajaran jarak jauh. Salah satu contoh pembelajaran jarak jauh adalah pembelajaran daring. UNESCO telah mengkaji bahwa penutupan sekolah di sejumlah negara yang terdampak penyebaran Covid-19 merupakan disrupsi pendidikan bagi jutaan murid di seluruh dunia. Oleh karena itu, UNESCO menerbitkan 10 (sepuluh) rekomendasi untuk meyakinkan bahwa pembelajaran tetap tidak terganggu di masa krisis ini.

Lima dari sepuluh rekomendasi UNESCO itu menyebutkan secara eksplisit pentingnya interaksi guru dan orang tua murid di masa krisis ini. Institusi-institusi atau penyelenggara pendidikan di seluruh dunia penting memperhatikan rekomendasi tersebut. Kelima rekomendasi tersebut adalah sebagai berikut.

Satu, berilah dukungan kepada guru dan orang tua murid dalam hal penggunaan perangkat digital. Organisasikanlah suatu kegiatan untuk memberikan orientasi atau pelatihan singkat bagi guru, maupun orang tua murid. Jika perlu, pantau dan fasilitasi mereka. Jika guru dipersyaratkan untuk menyampaikan materi pelajaran secara Live Streaming, maka terlebih dahulu bekalilah guru dengan kemampuan dasar mengorganisasikan pembelajaran jarak jauh, seperti kemampuan menentukan solusi terhadap penggunaan data internet.

Dua, padukanlah pendekatan yang tepat dan batasilah banyaknya aplikasi dan platform yang digunakan. Padukanlah perangkat atau media yang tersedia bagi kebanyakan murid. Hindarilah memberikan beban berlebihan kepada murid dan orang tuanya seperti meminta mereka mengunduh dan mengetes terlalu banyak aplikasi atau platform.

Tiga, kembangkanlah peraturan pembelajaran jarak jauh dan pemantauan proses belajar murid. Definisikanlah peraturan dengan murid dan orang tuanya tentang pembelajaran jarak jauh. Desainlah soal formatif, tes, atau latihan untuk memantau proses belajar murid secara saksama. Cobalah menggunakan perangkat pendukung dalam memberikan umpan balik kepada murid dan hindarilah pemberian beban berlebihan kepada orang tua seperti meminta mereka memindai dan mengirim umpan balik murid ke guru.

Empat, definisikanlah alokasi waktu berlangsungnya satuan pembelajaran jarak jauh berdasarkan skill murid untuk belajar mandiri. Perhatikanlah pengalokasian waktu yang jelas menurut level kemandirian belajar murid dan kemampuan metakognitif mereka, khususnya untuk kelas Live Streaming. Sebaiknya, alokasi waktu berlangsungnya satuan pembelajaran jarak jauh untuk siswa sekolah dasar tidak lebih dari 20 menit. Sedangkan untuk siswa sekolah menengah tidak lebih dari 40 menit.

Lima, ciptakanlah komunitas dan tingkatkanlah kuantitas koneksi. Maksudnya, ciptakanlah komunitas guru, orang tua murid dan pengelola sekolah untuk memfasilitasi mereka berbagi pengalaman dan mendiskusikan tentang strategi menghadapi kesulitan belajar murid.

Salah satu negara Eropa yang cukup responsif terhadap rekomendasi UNESCO dan tampak siap menyelenggarakan pembelajaran jarak jauh, seperti pembelajaran daring, adalah Estonia. Melalui laman resmi Kementerian Pendidikannya, negara yang terletak di kawasan Eropa Utara ini telah mempublikasikan sejumlah regulasi khusus tentang penyelenggaraan pendidikan di tengah pandemi Covid-19 untuk menjamin bahwa pendidikan di negaranya tetap dapat berjalan di masa krisis ini. Termasuk dalam regulasi itu adalah interaksi antara guru dan orang tua murid dalam format rekomendasi.

Berikut ini adalah petikan rekomendasi Pemerintah Estonia khusus untuk guru dalam interaksinya dengan murid dan orang tua murid.

Guru diminta untuk memikirkan dan mencoba bentuk pembelajaran, waktu pelaksanaan pembelajaran, dan perangkat pembelajaran yang terbaik selama masa ini untuk mendukung dan mengevaluasi pembelajaran berdasarkan umpan balik dari murid dan orang tua murid. Guru diminta untuk mengumpulkan respons yang sistematis dari murid dan orang tua murid untuk mendapatkan bentuk pembelajaran yang dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan. Di awal pembelajaran, guru diminta memfokuskan pada peningkatan kualitas proses belajar, bukan pada hasil belajar.

Guru sebaiknya membuat kesepakatan dengan orang tua murid tentang jalur komunikasi tertentu dan alokasi waktu tertentu (misal, 16-17 menit) yang terbaik digunakan oleh orang tua murid untuk berkomunikasi dengan guru. Penting dicatat juga oleh guru bahwa dirinya sendiri juga butuh liburan dan waktu pribadi. Guru tidak perlu menghabiskan waktu untuk pembelajaran selama 24 jam sehari.

Guru diminta untuk tetap tenang, jika murid dan orang tuanya tidak dapat mengikuti aturan dan batas waktu, saat aturan dan batas waktu itu baru dijalankan. Guru diminta untuk memberi batas waktu pengumpulan tugas yang lebih panjang (misal, bukan pukul dua siang, tetapi pukul delapan malam). Ini terutama untuk murid di kelas rendah yang butuh bantuan orang tua dalam belajar.

Guru sebaiknya mempertimbangkan pengorganisasian siklus pembelajaran tiap pekan. Untuk itu, guru diminta memberikan tugas pekan berikutnya di akhir pekan sebelumnya, sehingga murid bersama orang tuanya dapat mempersiapkan penyelesaian tugas itu dengan baik.

Guru diharapkan mempersiapkan tugas untuk murid sebelum mempelajari materi terkait tugas yang akan diberikan. Tujuannya adalah agar orang tua yang mendampingi anak di rumah juga dapat mengetahui tugas itu sebelum mereka fokus pada pekerjaannya sendiri. Dengan demikian, orang tua dapat mempersiapkan bentuk dukungan yang lebih baik kepada anak mereka jika dibutuhkan, sekalipun anak tidak didampingi oleh orang tuanya dalam mengerjakan tugas.

Guru diminta untuk mengorganisasikan tugasnya sebagai guru. Guru diharapkan dapat mengirim tugas untuk murid setiap malam atau beberapa kali sepekan di jam pengiriman yang sama. Semakin rutin guru memberikan tugas, semakin baik dan lancar kolaborasi guru dengan murid dan orang tuanya.

Guru juga diminta untuk senantiasa mengingatkan murid dan orang tuanya bahwa belajar membutuhkan kerja keras. Penting dicatat oleh guru bahwa keberhasilan belajar murid tidak diukur pada seberapa cepat murid menyelesaikan tugas, tetapi seberapa paham murid terhadap materi pelajaran. Jika murid tampak sulit mempelajari suatu materi, bukan berarti bahwa murid berada pada kualifikasi yang kurang baik atau mereka tidak mampu menjangkau materi pelajarannya. Guru diharapkan mengapresiasi murid atas usahanya dalam belajar, bukan pada hasilnya.

Demikian beberapa petikan rekomendasi untuk guru. Selanjutnya adalah rekomendasi Pemerintah Estonia khusus untuk orang tua murid dalam interaksinya dengan anaknya dan guru di sekolah untuk mendukung proses pembelajaran.

Orang tua diharapkan untuk tetap tenang dan menjaga level stres serendah mungkin. Karena stres akan mempengaruhi sikap terhadap anaknya. Stres adalah salah satu di antara musuh besar dari pembelajaran efektif.

Orang tua meminta anaknya atau kalau perlu, orang tua menawarkan bantuan kepada anaknya untuk menetapkan tujuan pembelajaran harian. Misalnya, apa rencana kegiatan anaknya untuk hari ini, serta bantuan dan dukungan seperti apa yang mungkin dibutuhkan oleh anaknya saat belajar. Orang tua diminta membuat tujuan pembelajaran harian anaknya secara tertulis untuk membantu anaknya menjalani proses pembelajaran sesuai yang diharapkan.

Orang tua perlu menjelaskan kepada anaknya tentang pentingnya menentukan tujuan pembelajaran beserta aturan-aturan khusus pembelajaran di masa krisis seperti ini. Pembelajaran efektif dalam situasi baru seperti saat ini memerlukan kondisi tertentu. Guru perlu mendiskusikan cara belajar yang paling mendukung anaknya berdasarkan pengalaman orang tua sendiri mendampingi anaknya. Jika perlu, orang tua boleh memfasilitasi anaknya dengan ruang belajar yang memadai, alat tulis menulis, kesempatan untuk berdiskusi dengan temannya, maupun dengan dirinya sendiri sebagai orang tua, dan lain-lain. Bahkan jika perlu, orang tua boleh meminta bantuan guru.

Orang tua harus senantiasa menjalin komunikasi yang baik dengan anak. Penting bagi orang tua untuk menanyakan keefektifan proses pembelajaran, metode pembelajaran, dan cara belajar yang paling bermanfaat bagi anaknya. Orang tua dapat membantu anaknya belajar dengan memintanya mendeskripsikan apa yang anaknya telah kerjakan, mengapa anaknya mengerjakan hal itu, dan bagaimana anaknya mengevaluasi sendiri hasil kerjanya.

Orang tua perlu mendorong anak untuk berpikir tentang apa yang mereka telah pelajari dan memintanya berbagi dengan orang tua tentang apa yang mereka telah pelajari itu atau orang tua meminta anak untuk menuliskan pengetahuan baru mereka. Cara seperti ini umumnya bagus digunakan untuk memperkuat apa yang telah dipelajari oleh anak dan nantinya bermanfaat melatih anak belajar mandiri.

Orang tua perlu mengingatkan anak bahwa bersungguh-sungguh mengerjakan soal latihan adalah hal yang penting. Ini adalah hal yang biasa saja dalam proses pembelajaran. Ketika orang tua mengevaluasi pengetahuan yang dipersyaratkan untuk dikuasai oleh anak, hal terpenting diperhatikan oleh orang tua bukan pada seberapa cepat evaluasi oleh orang tua itu selesai dilakukan, tetapi apakah materi pelajaran yang dievaluasi itu telah dipahami, dihafalkan, dan kelak dapat digunakan oleh anak.

Untuk mempertahankan minat belajar anak, orang tua perlu memberi dukungan kepada anaknya dengan meminta anaknya terlebih dahulu menunjukkan proses perolehan jawaban, bukan memberikan jawaban langsung kepada anak. Orang tua perlu mendorong anak melakukan hal itu. Orang tua juga harus senantiasa berupaya menghindari respons negatif atas apa yang ditunjukkan anaknya selama proses pembelajaran.

Orang tua memberi apresiasi, bukan pada hasil kerja anaknya, tapi pada kerja keras anaknya. Dengan cara demikian, orang tua menopang kepercayaan diri anaknya.
Salah satu di antara cara belajar paling efektif adalah dengan mengajar orang lain. Orang tua perlu meminta anaknya untuk mengajarinya satu hal baru setiap hari. Untuk hal ini, penting bagi orang tua untuk memberi apresiasi atas keinginan anaknya mengajarinya.

Terakhir, guru maupun orang tua murid memiliki beban kerja yang lebih berat di masa pandemi Covid-19 ini dari biasanya. Guru maupun orang tua murid diharapkan saling memberi pertimbangan dan saling toleran. Situasi saat ini adalah situasi yang tidak bisa dihindari dan ini adalah situasi baru bagi semua orang. Dalam situasi seperti ini, peran kepala sekolah juga sangat penting. Kepala sekolah diharapkan memberi dukungan kepada guru dan mengkoordinasikan semua kegiatan pembelajaran untuk mendapatkan solusi terbaik.

Semoga Allah Yang Maha Kuasa segera melepaskan kita semua dari ujian pandemi Covid-19

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *