Ramadhan VS Pandemi : Terserak Bahagia di Ujung Hari”

Oleh: Witari Paradigma Musta Mahasiswa Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

inforakyatindonesia.com – Suasana Ramadhaan tahun ini terasa sangat berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Ramadhan yang biasanya dianggap sebagai momentum untuk saling bersilaturahmi menjadi hal yang tidak mudah dilakukan saat ini. Kementrian Agama bahkan telah mengeluarkan himbauan kepada umat muslim untuk melakukan segala rangkaian ibadah Ramadhan dirumah saja sebagai pilihan terbaik dalam mencegah penularan virus corona ini.
Kehadiran virus corona ini yang menyerang sistem pernapasan manusia dan menyebabkan kematian sejak akhir 2019 kini memimiliki jumlah kasus yang semakin hari semakin meningkat dan telah menginfeksi banyak negara di seluruh dunia, hingga World Health Organization (WHO) menetapkan kasus ini sebagai masalah pendemi. WHO meminta masyarakat dunia untuk tidak lengah melawan virus Corona, pasalnya, pandemi ini belum akan berakhir dalam waktu dekat.

Pada banyak kasus, virus ini hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan, seperti flu. Namun, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti infeksi paru-paru (pneumonia). Gejala awal infeksi virus Corona atau COVID-19 bisa menyerupai gejala flu, yaitu demam, pilek, batuk kering, sakit tenggorokan, dan sakit kepala. Setelah itu, gejala dapat hilang dan sembuh atau malah memberat. Penderita dengan gejala yang berat bisa mengalami demam tinggi, batuk berdahak bahkan berdarah, sesak napas, dan nyeri dada. Gejala-gejala tersebut muncul ketika tubuh bereaksi melawan virus Corona. Gejala-gejala COVID-19 ini umumnya muncul dalam waktu 2 hari sampai 2 minggu setelah penderita terpapar virus Corona
Di Indonesia sendiri, virus tersebut baru ditemukan pada awal maret 2020, hingga saat ini. Hal ini menyebabkan berbagai aktivitas menjadi lumpuh. Masyarakat yang pada umumnya dapat bekerja sehari-hari dan melakukan aktivitas yang biasanya sekarang semuanya menjadi terganggu karena pandemi virus ini. Pemerintah melalui kebijakan sosial distancing sebagai salah satu tindakan preventif mencegah dan menghambat penyebaran virus tersebut, mengharapkan kepada seluruh masyarakat untuk sementara waktu tetap berada dirumah dan bekerja dari rumah atau Work Form Home (WFH). Bahkan saat ini Pemerintah telah menetapkan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) di beberapa daerah di Indonesia. Termasuk dalam hal beribadah bahkan pada bulan mulia ini, pandemi virus corona ini mengakibatkan masyarakat untuk tetap berdiam dirumah saja selama Ramadahan. ibadah shalat tarwih berjamaah, termasuk i’tikaf dan buka puasa di masjid telah ditiadakan dibeberapa daerah, hal ini tentu tidak seperti suasana tahun-tahun sebelumnya yang sangat meriah bila berbuka puasa di masjid dengan hidangan takjilnya yang diantar oleh ibu-ibu sekitar masjid.

Banyak dampak yang terjadi akibat pemberlakuan #dirumahaja dan PSBB, termasuk dalam sektor ekonomi yang menjadi terhambat. Pandemi ini memengaruhi berbagai pihak, seperti pekerja informal, pekerja harian, tenaga kesehatan, dan pekerja di sejumlah sektor yang tak bisa beroperasi normal. Masyarakat banyak kehilangan mata pencahariannya, banyak pekerja yang terpaksa dirumahkan karena perusahaan yang akhirnya melakukan PHK terhadap karyawannya, dan tentunya ini sangat menggagu perekonomian dalam keluraga bahkan di indonesia. Kondisi ini membuat masyarkat seperti memaksa diri untuk bersiasat agar kebutuhan hidup tetap terpenuhi.

Ditengah pandemi ini tidak semua orang dapat tetap merasakan kecukupan hidup dalam menghidupi diri. Ditengah bulan ramdhan ini jangankan berfikir tentang baju baru untuk lebaran, sebagian besar dari kita bahkan harus memutar otak hanya untuk sesuap nasi. Tidak semua orang beruntung dapat bekerja dari rumah dan tetap memiliki penghasilan. Bagi mereka yang harus terjun ke luar rumah demi mencukupi kehidupan sehari-hari tentulah ini merupakan tantangan besar ditengah pandemi.

Ramadhan kali ini benar-benar menuntut kita untuk lebih mendalami peran kita sebagai mahluk sosial. Menumbuhkan rasa peka dan menghadirkan inisiatif untuk saling mendukung satu sama lain dalam menghadapi masa–masa sulit ini. Pandemi yang hadir bersamaan dengan Ramdhan tahun ini seperti menjadi momen yang pas bagi kita untuk turut membantu mereka yang mengalami situasi yang tidak menguntungkan dengan cara saling berbagi dan beramal. Tanpa kita sadari diluar sana sangat banyak orang-orang yang membutuhkan uluran tangan kita.

Dalam surah Al – Baqarah ayat 261, Alllah SWT berfirman “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui”. Jelas sekali bahwa Allah benar-benar menjanjikan pahala yang berlipat ganda terhadap orang-orang yang dikehendaki yang menafkahkan hartanya dijalan Allah.

Saat ini sudah sangat banyak platform-platform donasi yang bisa kita manfaatkan dalam menyisihkan sebagian harta kita kepada orang-orang yang membutuhkan. Selain itu berbagi sembako, santapan berbuka puasa dan sahur juga sangat dibutuhkan saat ini. Paling tidak kita saling menengok sekitaran kita, dan tetangga-tetangga kita. Seperti yang telah banyak dilakukan oleh beberapa selebriti maupun influencer di Indonesia yang tiada hentinya saling berbagi ditengah pandemi ini. Selain itu tentunya masih banyak aksi-aksi sosial saling membantu diluaran sana yang dampaknya sungguh sangat dirasakan oleh banyak orang.
Membantu mereka yang membutuhkan selain membawa pahala kebaikan yang berlimpah, berbagi dengan sesama juga memberikan banyak manfaat bagi diri sendiri dan orang lain. Oleh karena itu, mari kita saling membantu dan berbagi kebaikan kepada semua orang. Tidak lupa, bagaimana pun kondisi yang kita alami saat ini kita harus tetap bersyukur, karena yang kita alami tidak lain adalah atas kehendak Allah SWT. Mungkin menurut kita tidak baik, tapi bagi Allah itu sangat baik. Ia maha pencipta lagi maha menghendaki segalanya.

Selain itu perlu diingat, bahwa kita harus tetap ikhlas dan khusyu beribadah #dirumahaja termasuk tetap menjalankan amalan-amalan ibadah lainnya di bulan suci Ramadhan seperti kesempatan memperbanyak Tadarrus Al-Quran bersama keluarga. Kita juga bisa melakukan shalat tarwih berjamaah bersama keluarga. Mungkin ini adalah kesempatan kita untuk terus mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dengan cara ini pula, bisa jadi Allah Swt ingin kita mendekatkan diri dengan keluarga dan Al-Quran yang selama ini mungkin terlewatkan atau terabaikan baik pada hari biasa maupun pada bulan suci Ramadhan.

Banyak hikmah yang dapat kita ambil dari kejadian Pandemi ini. Yakinlah bahwa keberkahan Ramadhan tidak akan berkurang sedikitpun hanya karena adanya Covid-19. Banyak hal yang dapat kita lakukan sebagai umat muslim sekaligus mahluk sosial. Oleh karenanya, Ramdhan adalah momentum meraih pundi-pundi pahala & kebahagiaan. Menebar manfaat ke sesama adalah salah satu jalan terbaik yang bisa dilakukan. Pun, tepat sekali dengan adan ya Pandemi ini yang memaksakan kita turut empati pada saudara-saudara kita yang kekurangan. Membantu mereka tersenyum bahagia melaksankan Ramadhan dan menjemput kemenangan dikemudian hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *